RSS

Teknologi bagi kita…

03 Nov

Buat kita kata teknologi mungkin sudah ga asing lagi di telinga, tapi apa sih arti sesungguhnya dari teknologi itu? dan apa aja yang ada di balik teknologi itu?

Dalam memasuki Era Industrialisasi, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi karena teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri.[1] Oleh sebab itu, tepat momentumnya jika kita merenungkan masalah teknologi, menginventarisasi yang kita miliki, memperkirakan apa yang ingin kita capai dan bagaimana caranya memperoleh teknologi yang kita perlukan itu, serta mengamati betapa besar dampaknya terhadap transformasi budaya kita.[1] Sebagian dari kita beranggapan teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru.[2] padahal, kalau kita membaca sejarah, teknologi itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala kontemporer.[2] Setiap zaman memiliki teknologinya sendiri.[2]

Sejarah Teknologi

Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutif.[3] Sejak zaman Romawi Kuno pemikiran dan hasil kebudayaan telah nampak berorientasi ke bidang teknologi.[3] Secara etimologis, akar kata teknologi adalah “techne” yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode dan seni.[3] Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Philips pada tahun 1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin (Technology: A Description Of The Arts, Especially The Mechanical).[3]

Kemajuan Teknologi

Dalam bentuk yang paling sederhana, kemajuan teknologi dihasilkan dari pengembangan cara-cara lama atau penemuan metode baru dalam menyelesaikan tugas-tugas tradisional seperti bercocok tanam, membuat baju, atau membangun rumah.[4]

Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu :[4]

  • Kemajuan teknologi yang bersifat netral (bahasa Inggris: neutral technological progress)
    Terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan (input) yang sama.
  • Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (bahasa Inggris: labor-saving technological progress)
    Kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.
  • Kemajuan teknologi yang hemat modal (bahasa Inggris: capital-saving technological progress)
    Fenomena yang relatif langka. Hal ini terutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modal.

Pengalaman di berbagai negara berkembang menunjukan bahwa campur tangan langsung secara berlebihan, terutama berupa peraturan pemerintah yang terlampau ketat, dalam pasar teknologi asing justru menghambat arus teknologi asing ke negara-negara berkembang.[5] Di lain pihak suatu kebijaksanaan ‘pintu yang lama sekali terbuka’ terhadap arus teknologi asing, terutama dalam bentuk penanaman modal asing (PMA), justru menghambat kemandirian yang lebih besar dalam proses pengembangan kemampuan teknologi negara berkembang karena ketergantungan yang terlampau besar pada pihak investor asing, karena merekalah yang melakukan segala upaya teknologi yang sulit dan rumit.[5]

sumber: wikipedia

Dari sumber diatas kita bisa menyimpulkan bahwa teknologi sangatlah berperan penting dalam kehidupan kita sehari-hari, baik dari sektor bisnis hingga rumah tangga. Kita bisa bayangkan bagaimana hidup kita tanpa adanya peran teknologi dalam kehidupan sehari-hari, apalagi melihat beberapa kalangan masyarakat di Indonesia terutama di Jakarta memiliki mobilitas yang tinggi.

Namun keberadaan teknologi di kehidupan kita juga membawa sisi negatif yang amat besar, yang mungkin dampaknya dapat kita rasakan bagi kehidupan kita masing-masing. Sebagai contoh penggunaan internet sebagai salah satu media informasi yang kini sangat pesat perkembangannya, ada sebagian masyarakat atau segelintir orang yang menggunakan sarana ini sebagai jalan atau cara untuk melakukan kejahatan seperti penipuan, penculikan, maupun kejahatan-kejahatan lainnya. Akan tetapi, semua itu kembali ke individu kita masing-masing, mau kita apakan teknologi yang ada ini? Kalau tujuannya baik maka teknologi tersebut akan menjadi suatu hal yang yang sangat bermanfaat bagi kita, begitu juga sebaliknya.

Sebagai contoh kecil penerapan teknologi yang ada di Indonesia adalah penggunaan komputer sebagai sebuah media utama kita dalam mempermudah suatu perkerjaan, dengan menggunakan komputer pekerjaan kita menjadi lebih mudah dan cepat tentunya. Penggunaan Operating System di dalam sebuah komputer juga berperan penting dalam kemajuan teknologi, misal Microsoft Windows, Linux, Apple Macintosh OS, Solaris, dsb.

Sekarang saya akan bahas mengenai OpenSource, yang memiliki sebuah misi dalam pengenalan teknologi yang amat bermanfaat bagi kita. Open Source Software (OSS) merupakan sebuah ide besar dari tokoh-tokoh teknologi terkemuka di dunia seperti Linus Torvalds (Bapaknya Linux) dan Richard M. Stallman (GPL / Gnu Public License).

“When it comes to software, I much prefer free software, because I have very seldom seen a program that has worked well enough for my needs, and having sources available can be a life-saver.” – Linus Torvalds

Open source adalah istilah untuk software yang kode programnya disediakan oleh pengembangnya untuk umum agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan lebih lanjut, dan disebarluaskan. Jika pembuat program melarang orang lain untuk mengubah dan atau menyebarluaskan program buatannya, maka program itu bukan open source, meskipun tersedia kode programnya.

Open source merupakan salah satu syarat free software. Free software pasti open source software, namun open source software belum tentu free software. Contoh free software adalah Linux. Contoh open source software adalah FreeBSD. Linux yang berlisensi free software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak free software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi open source software dapat diubah menjadi tidak open source. FreeBSD (open source) merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak open source). http://www.opensource.org/licenses memuat jenis-jenis lisensi open source.

Mulai tahun 1994-1995, server-server di ITB mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya. FreeBSD merupakan sistem operasi open source dan tangguh untuk keamanan jaringan maupun server. Tetapi kemudian para administrator jaringan di Computer Network Research Group (CNRG) ITB lebih menyukai laptop Mac dengan sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD daripada sistem operasi lain

Istilah open source (kode program terbuka) sendiri baru dipopulerkan tahun 1998. Namun, sejarah peranti lunak open source sendiri bisa ditarik jauh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford, Berkeley, Carnegie Mellon, and MIT pada tahun 1960-an dan 1970-an.

Awalnya tumbuh dari suatu komunitas pemrogram yang berjumlah kecil namun sangat erat dimana mereka biasa bertukar kode program, dan tiap orang bisa memodifikasi program yang dibuat orang lain sesuai dengan kepentingannya. Hasil modifikasinya juga mereka sebarkan ke komunitas tersebut.

Perkembangan di atas antara lain dipelopori oleh Richard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10. Awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan universitas-universitas lain tersebut bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Akibatnya banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi banyak yang kadaluarsa. Pengganti PDP-10, seperti VAX dan 68020, memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun piranti lunak bebas. Pengguna harus menanda-tangani nondisclosure agreement untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem-sistem operasi ini.

“Value your freedom or you will lose it, teaches history. ‘Don’t bother us with politics’, respond those who don’t want to learn.” – Richard M. Stallman

At least penerapan Open Source di dalam kehidupan kita telah terjadi dimana-mana, tidak hanya untuk sebuah Operating System seperti Linux dengan distro-distronya atau FreeBSD maupun OS lainnya, Open Source ini kini diterapkan juga di perangkat mobile atau yang biasa kita sebut Handphone. Handphone yang menggunakan Operating System biasanya adalah Handphone berbasis SmartPhone, seperti yang kita bisa lihat sehari-hari trend SmartPhone makin diminati oleh para pecinta teknologi telepon genggam saat ini, hadirnya BlackBerry, iPhone, PDA, Android Phone, dsb merupakan contoh banyaknya Smart Phone yang kian digemari oleh masyarakat Indonesia.

Sebagai contoh saya akan membahas Android OS untuk Smart Phone sebagai basis OS Mobile pertama kali yang berhasil booming, bahkan kini sudah menjadi trend bagi sebagian masyarakat kita. Banyak yang bilang Android keluaran Google ini mau bersaing dengan iPhone maupun BlackBerry, bahkan banyak juga yang bilang kalau Android ini lebih mengikuti iPhone. Apakah hal tersebut benar?

iPhone memang lahir duluan dengan fitur multi-touch screen dan dengan OS yang interactive sehingga mengilhami banyak orang dalam pengembangan aplikasi maupun fitur-fitur yang ada, tetapi itu hanya sebatas interface atau tatap muka terhadap user saja, yang penting adalah core system dibalik semua itu. Sebut saja android, siapapun bisa mengembangkan OS ini untuk kebutuhannya masing-masing, ataupun merubah keseluruhan sistemnya dan kita bisa menciptakan sebuah OS baru untuk perangkat mobile kita sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Tingginya animo masyarakat terhadap perkembangan teknologi saat ini juga membuat android semakin digemari, dikarenakan basisnya yang Open Source dan bisa dijalankan di Smart Phone mana saja yang sesuai dengan standart hardwarenya, dan bagusnya lagi android dapat membuat kita pintar dalam artian kita bisa mengembangkan OS ini sendiri maupun membuat aplikasi-aplikasinya sendiri.

Teknologi itu sebenarnya tidak lah mahal, asal kita tau bagaimana caranya untuk memanfaatkan resource yang ada secara cuma-cuma seperti teknologi Open Source dan bagaimana mengimplementasikannya ke dalam kehidupan kita.

“’Free software’ is a matter of liberty, not price. To understand the concept, you should think of ‘free’ as in ‘free speech,’ not as in ‘free beer’.” – Richard M. Stallman

 

 
Leave a comment

Posted by on November 3, 2010 in Technology

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: